Minggu, 23 Juli 2017

Fashion for Me??

Kegalauan akan sebuah fashion yang mungkin sampai sekarang pun aku sendiri belum benar-benar menemukan sebuah fashion yang pas. Atau mungkin karakter fashion yang bisa aku jadikan untuk membentuk persepsi "Prita's sense".

Kalau kalian tanya, "terus kamu pakai baju model apa? nggak pernah ngikutin trend?"

Nah ini, dulu itu aku sering banget pilih outfit yang bener-bener lagi ngetrend di pasaran. Dari pakai warna super ngejreng macem ungu dan kuning (nulis ini sambil geli sendiri haha), celana super ketat, ke kampus sok sokan pake wedges padahal seumur-umur belum pernah coba, sampai pakai outfit yang macem lampu lalu lintas alias tiga warna. Tiga warna yang pernah aku pakai itu bener-bener "nggak banget" dan kalo diinget lagi malunya nambah nambah. Kerudung pink, kaos ungu dan rok ijo keabuan. Ini beneran terjadi di aku.



Aku pernah ngalamin gimana susahnya menyesuaikan dengan trend fashion waktu itu, dimana hampir semua orang pakai pakaian yang buatku "terlalu perempuan" karena jujur aku lebih nyaman dengan pakaian sedikit boyshi. Sampai akhirnya aku menemukan satu sosok perempuan yang bikin aku amazed. Nggak cuma dari cara mix & match baju tapi juga cara beliau pilih content untuk foto yang bakal dishare. Mulai detik itu juga aku jadikan Firaa Assegaf sebagai rolemodel, I love you kak Firrrr.

Setelah aku mulai menemukan sosok yang bisa aku jadinya cermin, aku masih belum pede buat bergaya seperti itu. Aku masih sering mikir "pantes nggak ya?" "aneh nggak sih?" "lah Ka Firaa kan cantik" dan sebegainya. Akhirnya aku kembali gagal untuk upgrade style.

Dibalik itu, apa sih yang bisa bikin aku menemukan @firrrr_ dan memutuskan untuk menjadikannya role model? Ada seonggok manusia jadi-jadian bernama Reza (seneng kaga nih disebut-sebut) yang dia super pede dan mungkin bodo amat dengan omongan orang soal style nya. Dia tahu apa yang cocok dan bagus di dia, dia pake. Yang penting nyaman dan nggak bikin keliatan gendut, hahaha. Gaya dia berpakaian menginspirasi aku juga buat nggak takut bereskperimen. Sering-sering mix & match plus update info soal fashion (wajib kan ya..) dan pada proses "cari-cari inspirasi" inilah aku menemukan Ka Firaa.

"Terus sekarang kamu ngerasa style kamu udah bagus banget dan punya ciri khas?"

BIG NO....
Setelah Reza dan Ka Firaa menginspirasiku, nyatanya aku masih stuck dan belum ada perubahan fashion. Masih gitu-gitu aja, yang aku tahu hanya kaos/kemeja plus celana jeans. Sampai akhirnya di kantor aku ada orang baru yang kerja di bagian Fashion dan Style nama nya...Mba Ninda. Style dia nggak terlalu beda jauh dengan Ka Firaa, kemeja plus kulot plus kacamata. Whats a destiny....

Benefit ketemu Mba Ninda adalah, tingkat kepedeanku meningkat 50%. Aku makin pede bahwa ternyata orang Jogja juga bisa berpakaian berbeda dari orang Jogja lainnya, (aku harap kalian paham karena ini bukan rasis). Salah satu alasan aku belum berani melakukan fashion upgrade saat itu adalah aku terlalu takut dengan pandangan orang soal style ku yang berbeda. Aku juga takut, apa yang aku anggap nyaman itu masih tabu dan belum diterima oleh lingkungan. But now, I'm brave enough to upgrade my self better. Thank you to all of you who have put me on this level. Thank you so much..

 


Rabu, 19 Juli 2017

The Most Fave Thai Series (Lakorn) 2017

Haluu guys, tahun 2017 ini banyak banget series Thailand dengan berbagai genre muncul di layar TV. Nah dari "berbanyak" series yang tayang, ada beberapa cerita yang bener-bener aku ikutin tiap minggunya salah satunya 2Moons The Series. Untuk para penikmat series Thai ini pasti nggak asing dengan Phana dan Wayo yang sering kita temui Minggu malam jam 22.00. Dari awal audisi untuk pemilihan cast, series ini udah banyak dilirik masyarakat Thai karena memang sempat terjadi "scandal" dengan salah satu peserta audisi (tereliminasi mendekati final).

Di luar itu, 2Moons The Series ini memang meroket rating nya hanya dalam sekali tayang. Selain para pemeran yang tampan-tampan (asli ganteng, minta diajak akad) mereka juga menyuguhkan cerita yang apik dan smooth. Diangkat dari buku yang berjudul Chiffon Cake, membuat series ini menduduki peringkat 2 dengan viewers terbanyak sejak bulan Juni-Juli 2017. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi para pemainnya dimana beberapa cast seperti Copter (Kit Kat), Tae (Forth) dan Godt (Phana) yang menyebutkan ini adalah series perdananya.

Popularitas 2Moons The Series berdampak pula pada popularitas para pemainnya. Mulai dari hadir dalam beberapa acara untuk promosi series hingga pada bertambahnya schedule pribadi. Hampir setiap pemain 2Moons sudah mempuanyai FC (Fanclub) sendiri yang pastinya akan selalu setia menunggu idolanya saat bekerja baik dalam grup ataupun individu.



Name : Thanit Itthipat (Godt / God)
Born :  August 4, 1995
Instagram  : gxxod

Nama : Pinnirat Suradej (Bas / Bass)
Born : March 5, 1999
Instagram : bbasjtr

Nama : Khemmonta Varodom (Kimmon / Kim)
Born : April 1, 1991
Instagram : kimmon.dj

Nama :  Kerdthongtavee Panuwat (Copter)
Born : January 31, 1997
Instagram : ccopter

Nama : Kreepolrerk Darvid ( Tae)
Born : December 26, 1990
Instagram : tae_darvid

Nama : Jarujittranon Tanapol (Tee)
Born : December 5, 1994
Instagram : tee_jaruji

Rabu, 25 Mei 2016

Short Trip - Solo



Halo gaes, sebenernya ini vacation-ku dan temen-temen yang kedua setelah waktu itu keliling Wonosobo dan Dieng. Kali ini, kami pilih kota yang nggak terlalu jauh dari domisili kami di Jogja yaitu Kota Solo. Trip ke Kota Solo ini diawali dengan rapat tentang lokasi mana aja yang akan kami kunjungi serta yang paling urgent adalah....kita mau nginep dimana. Mulai dari adu argumen sampai adu saldo rekening, akhirnya diputuskan bahwa kita akaaaaannnnn........ (di bawah ini).

Sabtu pagi, 21 Mei 2016. Di jadwal kami, jam 10.00 WIB harusnya kita udah cus ke Solo untuk check in hotel jam 12 dan dilanjtkan dengan santai-santai ria. NAMUN GAGAL. Intinya kita baru bisa berangkat sekitar jam 11.30 dengan adengan pethuk-pethukan (jemput sana-sini, trip ini menggunakan mobil). Kenapa kita bisa nginep di hotel? Itu semua berkat teman kami, Echa yang ngebet banget pingin nginep di hotel (tapi makasih lho cha *emot wink). Awalnya kami bingung mau nginep di hotel atau di villa, dengan pertimbangan yang lumayan matang kami memutuskan menginap di Hotel LOR IN, Solo. Oke, setelah kami meninggalkan Jogja sekitar dua jam, kami mengarahkan setir ke tempat kuliner yang udah ada di list trip kali ini yaitu BAKSO ALEX. Sembari kami cari tempat parkir, aku bergumam “seterkenal ini kah si bakso alex?” karena tempatnya bener-bener penuh. Kami turun dari mobil dan celingukan cari tempat duduk, akhirnya pelayan di sana merekomendarikan kami tempat di lantai atas. Di atas kami kembali rapat soal “bagaimana menyelundupkan dua orang teman kami yang lain?”. Guys, ini mungkin perlu kalian tiru (?)....kami hanya membooking dua kamar dan satu kamar biasanya hanya berisi dua orang sedangkan kami ini ada enam makhluk yang nyata nekatnya. Setelah mendapat cara untuk menelusupkan dua makhluk -tak kasat mata- kami yang lain, kami langsung meneruskan perjalanan ke Taman Wisata Balai Kambang.



Sebenernya ini sebuah taman wisata biasa yang banyak rumput-rumput, ada kolam buat main yang digenjot itu (?) tapi yang menerik perhatian adalah banyaknya rusa, kera dan angsa yang berjalan-jalan bebas. Setelah berkeliling dan foto sana-sini akhirnya kami memilih pulang menuju hotel karena saat itu udara sangat panas. 

Seperti yang tadi diceritakan kalau kami akan menginap di Hotel LOR IN, kami check in sekitar jam 16.00 WIB. Setelah penyelundupan dua rekan kami ini berhasil, kami memilih untuk langsung berenang di kolam renang yang memiliki nuansa Bali.




Setelah berenang, kami kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan istirahat (cewek dan cowok kamar nya terpisah ya guys). Sekitar pukul 18.30 WIB kami pergi ke tempat Bowling yang hanya satu-satunya di Solo. Berhubung Cesa lupa membawa kamera dan meninggalkannya di kamar, alhasil kami hanya benar-benar fokus bermain bowling. Setelah dua kali permainan, akhirnya perut kita memberi lampu kuning bahwa kami lapar dan harus segera di isi dengan yang nikmat macam nasi liwet. Jam setengah sepuluh lebih kami sampai di tempat Nasi Liwet yang direkomendasikan Firman. Walaupun porsinya sedikit, tapi buatku itu sudah cukup dan tidak untuk kelima makhluk ini. Mereka nambah dengan sangat tidak sopan (hehe apalagi buat Dista). Setelah kenyang, kami kembali ke hotel dengam mampir ke ind***** untuk membeli minum dan cemilan, pulangnya kita hampir banget nabrak orang (hampir kok). Skip, sesampainya di hotel kami santai, ada yang mandi dan malamnya kami kumpul di kamar cowok untuk main uno. Malam ini kami lewati dengan badan pegel-pegel dan mata ngantuk, akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Zzzzzzzzttttt 

Minggu, 22 Mei 2016. Pagi ini tepatnya pukul 06.00 WIB, kami kaum wanita bertugas untuk membangunkan kamar sebelah yang pasti masih penuh dengkuran. Setelah siap-siap selesai, kami check out hotel dan memutuskan untuk pergi sarapan sebelum melanjutkan trip hari terakhir ini. 

(foto di balkon kamar cowok)

Lagi-lagi Firman si pakar Solo merekomendasikan soto yang katanya endess, namanya Soto Kirana. Sama hal nya dengan Bakso Alex, tempat soto ini benar-benar ramai dirubung pengunjung untuk sarapan. Tempatnya luas, sejuk dan menariknya setiap meja telah disediakan lauk yang bisa kami ambil secara otodidak (apaan sih). Dari mulai tahu dan tempe goreng, sate ayam, sate lilit, sate usus, ati ampela, babat, kikil dan jeroan lainnya...super lengkap. Setelah kenyang sampe khilaf, kami lanjut perjalanan ke Tawangmangu. Niat awal sih mau ke kebun teh tetapi “bablas” sampai ke Cemoro Sewu. Itu super duper jauh dan hampir sampi ke Magetan,Jawa Timur...oke nggakpapa, karena perjalanan ke puncak selalu disuguhi bukit dengan teraseringnya, gunung dengan kabut tebalnya. EPIC. Ternyata Cemoro Sewu ini tempat wisata yang lebih sering digunakan untuk mendaki dan camping daripada untuk sekedar jalan-jalan unyu, karena jalannya bener-bener nggak unyu, berbatu dan menanjak.


(lapangan tenis seberang Cemoro Sewu)

(lapangan tenis seberang Cemoro Sewu)

Setelah berfot-foto sambil berjalan masuk Cemoro Sewu ini, kami memutuskan untuk PULANG (aku ora popo). Dari perjalanan yang panjang lebar tanpa jeda macem skripsian, dan diakhiri dengan kembali ke Jogja. Sesampainya di Solo, kami mampir ke Surabi Notosuman untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Destinasi kami yang terakhir adalah Pasta Buntel, pas banget buat perut yang udah mulai protes minta diisi. Harga? Standar. Rasa? Sapi Cabe Ijonya..beuhhh, recommended banget kaka. Pedesnya ngiris-ngiris tenggorokan tapi mantap banget kalau dimakan siang-siang. Minumannya juga seger-seger, ntapss. Kalian nggak usah insecure soal harga ya, mahasiswa kok. 



Setelah kenyang, kami fix balik ke Jogja. Perut kenyang, hati senang. Semoga ada kesempatan lagi buat Solo Part 2. Nah, buat kalian yang punya rekomendasi tempat wisata atau kuliner, boleh banget buat komen di bawah sini. Terima kasyih.

Minggu, 26 April 2015

CAFE : Tombo Ngelak



Halo gaes…..postingan kali ini masih seputar kuliner dan tempat nongkrong. TOMBO NGELAK. Cafe yang terletak di Dusun Klebengan (samping Gor) ini hampir sama seperti tempat nongkrong pada umumnya tapi setting ruang, meja kursi yang di buat dengan kayu, dan logo yang unik ini pas banget buat kalian yang berniat membuang waktu di sana, asli bikin betah.
Soal menu, Tombo Ngelak menawarkan berbagai makanan berat dan ringan. Pasta, sandwich, french fries, waffle dll. Begitu pun dengan minuman, minuman di sini punya banyak pilihan rasa, topping, ice / hot dengan ukuran Small dan Reguler.
Penasaran seperti apa sih cafe Tombo Ngelak ini? Intip intip yuk…..

Menu








Setting 





Ada satu lagi alasan kenapa kalian harus nongkrong di sini. Bulan April ini ada promo dari Tombo Ngelak lhooo....

Gimana menurut kalian? udah ada niatkah buat mampir di Bulan April ini?


(Tambahan dari bloggernya)



Minggu, 19 April 2015

HORORO K-Noddle Co.

Hai gaes….beda dari biasanya kali ini punya kesempatan share tentang tempat makan. Bukan tempat makan biasa yang biasa ada di pinggir pinggir jalan nih tapi tempat makan yang menyajikan berbagai masakan khas Korea. HORORO K-NODDLE Co. tempat makan yang asik untuk nongkrong ini menyuguhkan Ramyun sebagai main menu. Letaknya di Ruko Babarsari, dekat toko Adele. tempat makan ini terbilang murah untuk menu sajian Korea.
- Original ramyun 14K
- Egg ramyun 18,5K
- Teokpokki sekitar 15K
- untuk minuman juga termasuk murah. Dengan harga yang bisa dibilang murah itu rasa yang ditawarkan sekitar 7/10 *menurutku.

On table
Original Ramyun (Spicy) Rp 14.000
Egg Ramyun Rp 18.500




 Setting Ruang





Selasa, 14 April 2015

Ramuan Alami Basmi Komedo

Sebel banget sih kalau wajah kita kelihatan kotor? Bersihin wajah tiap malem, iya....tapi kenapa si item ini nggak mau ilang? Salah satu alasan tetap munculnya komedo di wajah kita itu karena seringnya mengonsumsi makanan yang berminyak atau digoreng. Jika menghindari makanan yang digoreng sudahk dilakukan, gimana dengan perawatan wajah alami ini? Yap, ada cara alami yang mampu mengurangi munculnya komedo di wajah kita. 
1. Bubuk kayu manis

2. Perasan lemon
Campurkan satu sendok makan bubuk kayu manis dengan air perasan lemon (secukupnya) lalu aduk hingga membentuk cream yang sedikit padat. Oleskan pada wajah yang berkomedo dan diamkan semalaman. Lebih efektif digunakan di malam hari bersamaan dengan waktu tidur. Selamat mencoba ^^

Sabtu, 11 April 2015

PTSD (PostTraumatic Stress Disorder)




Hai gaes. Sharing hari ini sebenarnya bukan daerah kekuasaan anak psikologi industri & organisasi, tapi berhubung “hal” ini bersemayam di diri pribadi jadilah aku angkat di sini.
PTSD, bukan singkatan dari “Paling Tidak Sudah Dekat” loh ya…..PTSD ( PostTraumatic Stress Disorder ) ini merupakan gangguan emosional yang mengikuti individu setelah adanya kejadian traumatic yang dialami. PTSD sendiri adalah paparan kejadian traumatik dimana seseorang merasakan ketakutan, kengerian dan ketidakberdayaan. 

Kejadian traumatik ini dapat diartikan bahwa individu mengalami, menyaksikan atau dihadapkan pada situasi yang melibatkan kematian, ancaman kematian, atapun cidera yang serius. Selain itu kejadian emosional lainnya seperti serangan fisik (terutama pemerkosaan), kecelakaan dan bencana alam juga dapat menimbulkan bekas luka yang mendalam sehingga memberi dampak pada pasca kejadian. 

Ingatan yang menimbulkan distress terjadi berulang-ulang dan persisten termasuk ingatan tentang gambaran, pikiran ataupun persepsi. Jika stimulus yang berhubungan kejadian traumatik maka individu akan cenderung untuk menghindar atau mematirasakan respon. Meningkatnya gejala arousal seperti sulit tidur, iritabilitas, dan kewaspadaan yang berlebih. Individu dapat dikatakan mengalami PTSD jika gangguan yang muncul berlangsung lebih dari satu bulan. 

Nah, dari observasi aku pribadi, aku menyimpulkan bahwa ternyata hampir semua individu memiliki masalah atau lebih tepatnya gangguan ( bukan gila ya ). Masalah yang dihadapi tiap individu sangatlah bervariasi. Jadi ketika kalian bertemu dengan orang lain yang berbeda dengan kita, ya hargai aja^^. Orang yang nggak bisa mengendalikan emosi seperti senang, sedih, marah dll itu ternyata merupakan sebuah ke-abnormalitas-an lho. Jika kalian menginginkan mereka yang memiliki ke-abnormal-an itu jadi lebih baik atau sembuh, jangan tuntut pribadi itu untuk berubah dan berusaha sendiri karena dukungan lingkungan juga berpengaruh besar terhadap perubahan signifikan individu. Salam senyum dari anak Psikologi


Cari Blog Ini

Solo part 1

Solo part 1

Indonesian HIjab Blogger

Indonesian HIjab Blogger
Indonesian HIjab Blogger

Pages

Blogger templates